Monday, December 3, 2007

Pengertian Akan Cinta, Bagian 6/7f

Translate/ Terjemahan: English


Mencintai Berarti Berbaik Hati Satu Sama Lain – Cerita akan Kekarasan dalam suatu relasi


Saya dulu tinggal di sebuah apartmen dan seringkali merasa bahwa kadang kala kehidupan pribadiku sering terganggu. Saya seringkali mendengar perdebatan tetanggaku. Dan perdebatan mereka selalu saja berakhir dengan suatu pertengkaran yang sangat menyedihkan. Pasangan pria sering sekali membentak pasangan wanita dan melemparkan segala milik pasangan wanita keluar dari rumah mereka, cerita ini mungkin merupakan hal yang sangat biasa dan sering kita dengar dari waktu ke waktu. Tetapi, hal yang membuat iba hatiku adalah melihat pasangan tersebut memperlakukan satu sama lain dengan kasar (tidak ada kebaikan hati sama sekali).



Cerita lain mengenai kekasaran dalam suatu relasi yang ingin saya bagikan dikutip dari cerita yang diambil dari buku Philip Yancey.


Dalam ingatannya (wanita) atas suatu keluarga yang hancur, The Liar’s Club (klub penipu, ini mungkin merupakan sebuah judul buku), Mary Karr menyampaikan cerita mengenai pamannya yang tinggal di Texas yang masih tetap dalam ikatan pernikahan bersama istrinya, tetapi ia tidak pernah lagi berbicara dengan istrinya selama 40 tahun setelah pertengkaran yang dialaminya dengan istrinya atas jumlah uang yang dipakai istrinya untuk membeli gula. Suatu hari ia mengambil gergaji kayu dan memotong rumahnya menjadi dua bagian. Lalu ia mengambil potongan kayu untuk menutupi bagian yang terbuka dan memindahkan setengah dari rumahnya dibelakang mayat pohon pinus yang berantakan. Disana, dua pasang suami istri tinggal didalam setengah rumah yang terpisah selama hidup mereka.

(Yancey, 2006, p. 98)


Argumentasi di dalam satu keluarga adalah hal yang biasa. Tetapi janganlah kita pernah memperlakukan pasangan kita dengan kasar ketika kita lagi bertengkar ataupun berselisih paham. Kadang kala saya terus berfikir mengapa kita tidak pernah bisa berselisih pendapat tampa harus bertengkar. Setiap perselisihan pasti ada jalan keluar dan kita harus mencari jalan tersebut tampa harus menjalani situasi yang saya ilustrasikan sebelumnya. Kita tidak perlu membentak satu sama lain.


Kita semua berbeda satu sama lain dan memiliki cara tersendiri untuk melakukan sesuatu dan kadang kala perseteruan dan perbedaan pendapat akan muncul. Tetapi kita harus selalu menganggap perselisihan kita sabagai suatu media untuk membentuk karakter kita agar menjadi orang yang lebih baik lagi dari pada kita memakainya sebagai suatu sarana untuk membentak dan menghina pasangan kita.




Cont. to Part 6G

.

Monday, November 19, 2007

Pengertian Akan Cinta, Bagian 6/7E

Translate/ Terjemahan: English


Menhormati/ menghargai…..(Bagian B) – Menghargai Seseorang--


Semakin kita menghargai Tuhan kita semakin kita mampu menolak dosa walaupun dosa merupakan natur yang ada didalam diri kita, Semakin kita menghargai relasi kita kepada Tuhan maka kita semakin mampu untuk memegang janji kita kepadanya.



Dalam hal yang sama, jika kita menghargai pasangan kita, maka kita semakin mampu untuk mencintainya secara penuh dan kita semakin mampu untuk tidak mengingkari janji cinta kita. Contoh yang paling tepat adalah contoh yang diberikan oleh Shaunti di dalam bukunya. Dia menceritakan pengalamannya ketika ia dan suaminya berjalan bersama di New York. Ia menyadari bahwa setiap kali ia berjalan bersamanya ia (suaminya), selalu saja dengan tiba-tiba mengalihkan kepalanya keatas ataupun melihat ke langit. Kebiasaannya membuat ia (Shaunti) bertanya-tanya apakah gerangan yang telah terjadi di atas gedung maupun di langit. Kemudian ia menyadari alasan atas kebiasaan aneh suaminya. Dia (suaminya) memilih untuk menghargai istrinya dengan mengalihkan perhatiannya ketika ia melihat wanita yang menarik hingga gambaran wanita tersebut tidak melekat di dalam pikirannya. (Feldhahn, S. 2004, p.9, 114)



Untuk menghargai janji cinta kita dan relasi kita, kita perlu untuk bertindak untuk melawan natur kita dan menyangkali keinginan kita. Sejujurnya, ini merupakan hal yang susah dijalani. Tetapi jika kita memilih untuk melakukannya kita akan semakin mendi kuat dan mampu untuk mengatasinya.


Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Roman 5: 3-5)


Selain menjadi ancaman, Natur yang ada di dalam diri kita akan menjadi suatu berkat dalam pembentukan karakter dan juga cinta ataupun relasi yang sehat.



Cont. to Part 6F

.


Wednesday, November 14, 2007

Pengertian Akan Cinta, Bagian 6/7D

Translate/ Terjemahan: English


Menhormati/ menghargai…..(Bagian A) – Fakta dari Pria--


Penelitian menunjukan bahwa Pria dibentuk sedemikian rupa sehingga fungsi kerja otak mereka selalu berhubungan dengan apa yang mereka lihat. Ketika seorang pria melihat seorang wanita yang menarik, gambaran dari wanita tersebut akan terus melekat dan selalu saja kembali kedalam imaginasi pria tersebut. Ini tetap terjadi walaupun pria tersebut hanya memandang wanita tersebut dalam beberapa detik.



Kenyataan ini dengan pasti dialami oleh setiap orang yang memiliki pola hidup dengan selalu melihat gambar-gambar porno. Walaupun mereka telah menghentikan gaya hidup ini, gambaran tersebut sering kali kembali dalam ingatan mereka di masa yang mendatang. Orang yang hidup dengan melihat filem-filem atau gambar porno memiliki kecenderungan untuk mngkhayali wanita dengan pikiran yang kotor, secara sengaja maupun tidak. Gambaran mental ini biasanya muncul secara tiba-tiba dalam pikiran kita. Walaupun mereka mencoba untuk tidak memikirkan gambaran tersebut, gambaran tersebut akan selalu kembali kepada mereka. Intinya, pria seringkali tidak memiliki kendali atas hal ini (gambar-gambar tersebut akan terus muncul secara mendadak. Kendali yang dimiliki oleh kaum pria umumnya adalah usaha untuk membiasakan diri agar tidak memikirkan gambaran tersebut dan mengabaikannya ketika ia kembali kedalam ingatan kita). Berdasarkan kenyataan ini, saya selalu memberi nasehat kepada kaum wanita untuk selalu menjauhkan diri dari orang yang hidup menjerumuskan diri dengan terus melihat material yang berbau pornography. Ini karena orang tersebut memiliki kecenderungan yang sangat besar untuk melihat wanita sebagai suatu objek imaginasi mereka.



Shaunti Feldhahn dalam bukunya, for a woman only (hanya untuk wanita), melakukan penyelidikan pendapat umum yang berhubungan dengan hal ini.


Secara total, 87 persen dari pria menyatakan bahwa gambar yang muncul secara mendadak ini selalu terlintas didalam pikiran mereka. Ketika kita lihat demografis ini, hal ini secara umum terjadi pada seluruh kaum pria --- tidak terkecuali mereka muda ataupun tua, memiliki pernikahan yang bahagia ataupun belum menikah, orang yang taat beragama maupun tidak.

(Feldhahn, S. 2004, p.87)


Gambaran yang berhawa napsu yang terjadi pada pikiran pria merupakan suatu phenomena yang sangat natural. Tuhan memiliki alasan yang tersendiri mengapa kita dibentuk sedemikian rupa. Mari kita terlebih dahulu menganggap hal ini sebagai suatu cobaan yang tertanam dalam diri kita (Sebenarnya aku lebih memilih untuk tidak memanggil hal ini sebagai cobaan tetapi sebagai suatu yang secara alami yang tertanam di dalam diri kita yang membuat kita manusia). Dengan memiliki ini kita dapat bertindak sesuai dengan “kehendak bebas” kita (free will) dan ini membuat kita berbeda dengan binatang. Kita dapat memilih untuk jatuh dan terjerat didalam imaginasi kita atau kita memilih untuk menolaknya. Kita bisa memilih untuk membiarkan diri kita untuk berfikir secara moral ataupun secara senonoh.


Walaupun Yesus dicobai dalam berbagai segi, tetapi ia tetap tidak berdosa. Aku harus mengakui bahwa kadang kala orang yang mengalami saat-saat ini sangat sukar melewatinya, terutama para “remaja”. Sangat sukar bagi kita untuk mengatasi gambaran dalam pikiran kita ini tampa melewati batasan moral, tampa pemikiran yang dipenuhi napsu. Tetapi kita harus selalu ingat, bahwa sebagai seorang Kristen, kita diberi kekuatan bukan untuk melarikan diri dari hal tersebut tetapi mengatasinya. Kita semua dapat mengatasi hal ini jikalau kita menghargai/ menghormati hubungan kita dengan Tuhan kita.



Cont. to Part 6E

.


Monday, November 5, 2007

Pengertian Akan Cinta, Bagian 6/7C

Translate/ Terjemahan: English


Mencintai Berarti Mengikatkan Diri didalam Suatu Janji


Cinta (dalam sudut yang terobsesi) bukanlah sesuatu yang dapat dengan pasti mengikat sebuah pasangan, tetapi janji dapat melakukan hal tersebut. Walaupun kita melewati hidup yang sangat kejam, kita masih dapat terus menjalani hidup jika kita menaruh harapan kita pada janji yang dibagikan bersama dengan orang yang kita cintai. Kalau kita dapat memenuhi janji kita, kita akan mampu menaikkan rasa percaya diri pasangan kita untuk mencintai diri kita lebih dalam lagi. Tetapi, jikalau kita megkhianati janji tersebut, suatu relasi akan hancur dan ini dapat menaburkan sebuah luka sepanjang hidup pasangan kita.


Seorang pengubah sandiwara yang bernama Thornton Wilder memiliki suatu kata yang dikutip oleh Ravi dalam bukunya:

“Saya tidak menikahi kamu karena kamu sempurna. Saya juga tidak menikahi kamu karena aku mencintai kamu. Saya menikahi kamu karena kamu telah memberikan janji kepadaku. Janji tesebut menutupi kekeranganmu. Dan janji yang aku berikan kepadamu juga menutupi kekuranganku. Dua orang yang tidak sempurna menikah dan janji tersebutlah yang membentuk sebuah pernikahan. Dan ketika anak-anak kita telah bertumbuh dewasa, bukan rumah kitalah yang melindungi mereka -------- Yang melindungi mereka adalah janji tersebut.

(Zachariah, R. 2004, p. 45)


Memenuhi Janji kita, bukanlah merupakan suatu pekerjaan yang gampang, tetapi ini merupakan suatu usaha yang sangat melelahkan. Kita secara pasti akan melewati godaan secara emotional. Banyak orang menyatakan bahwa diri mereka sangat mencintai istri dan keluarganya. Tetapi mereka masih saja hidup dalam perselingkuhan. Mereka masih saja hidup dalam dunia percabulan, Napsu mereka selalu terbakar terhadap wanita lain; Mereka mengkhianati istri mereka, dan merusak janji yang pernah mereka utarakan seketika dulu. Mereka menyalahkan apa yang mereka alami pada keinginan di dalam diri mereka --- dengan menyimpulkan bahwa godaan yang mereka alami terlalu berat bagi mereka sehingga mereka tidak dapat menahannya --- ataupun mereka menyalahkan pasangan mereka dengan mengatakan bahwa mereka tidak lagi merasakan cinta. Demikianlah, “Perasaan” menjadi suatu faktor yang sangat dominan didalam keputusan dan tingkah laku mereka.


Apakah hal yang bisa membuat kita untuk terus memegang janji-janji kita?

Pilihan, “Tindakan yang berdasarkan kehendak (will)”, dan rasa hormat (menghargai secara penuh - honour) kepada pasangan kita.


Pilihan and “Tindakan yang berdasarkan kehendak (will)”, sangat penting dalam pemenuhan janji kita terhadap seseorang. Janji dapat saja berakhir secara kosong ketika kita membuat pilihan tampa kehendak dalam diri kita (will). Demikianlah, pemikiran yang sangat hati-hati perlu dibuat ketika kita membuat janji terhadap orang lain (terutama dalam hal untuk mencintai orang lain). Kita perlu menghindari kebiasan kita ketika membuat janji yang didasari dengan emosi kita yang berlebihan. Janji perlu didasari oleh kehendak kita (secara rational). Dengan demikian kita dapat menaruh janji kita dalam suatu fondasi yang sangat kuat.



Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang diakari oleh pilihan kita untuk mencintai seseorang dan komitmen kita untuk berusaha agar cinta tersebut dapat berjalan.



Cont. to Part 6D

.


Wednesday, October 31, 2007

Pengertian Akan Cinta, Bagian 6/7B (Informasi Tambahan)

Translate/ Terjemahan: English


Pria dan Wanita – Pembentukan Emosi yang Sangat Istimewa (Informasi Tambahan)

Kadang kala kenyataan akan perbedaan diantara pria dan wanita dalam menangani perasaan mereka sangatlah mengherankan. Untuk memahami ini mari kita lihat terlebih dahulu melihat kutipan dari kata-kata Dr. James Dobson dalam bukunya “Membesarkan Seorang Anak Lelaki”.

Unsur pertama yang harus kita pertimbangkan adalah Hormon testosterone dimana hormon ini merupakan penyebab sifat kelaki-lakian (walapun dalam jumlah yang kecil terdapat jua didalam diri wanita). Hormon ini muncul ketika enam atau tujuh minggu dalam masa kehamilan; secara tehnis, semua janin berbentuk “wanita”. Pertambahan dramatis testeterone akan terjadi pada janin yang memiliki “Y” (atau pria) kromoson. Hal ini menyebabkan sifat kelaki-lakian pada tubuh kecil mereka dan merubah mereka menjadi janin pria.


Nyatanya, “hormonal bath” ini (biasanya peristiwa ini disebut dengan “hormonal bath” - penambahan hormon yang terjadi secara dramatis), akan menghancurkan bagian dari otak dan merubah struktur otak dalam berbagai sisi. Bahkan warnanya juga berubah. Corpus Callosum, yang merupakan penghubung serat syaraf yang menghubungkan dua belahan otak akan dibuat menjadi kurang efisien/ berdaya guna. Hal ini akan membatasi pengiriman listrik yang mengalir dari satu bagian otak ke bagian lainnya. Hal ini juga menyebabkan implikasi seumur hidup. Inilah sebabnya lelaki selalu saja berfikir lebih panjang atas apa yang ia percaya --- terutama sesuatu yang ada hubungannya dengan emosi. Mungkin mereka tidak dapat dengan sempurna memehami hal tersebut. Di lain pihak, biasanya wanita mampu mengevaluasi pengalamannya dari kedua bagian otak dan mampu dengan cepat memproses perasaannya atas perngalaman tersebut.


(Dobson, J. 2001. p. 19)


Cont. to Part 6C

.

Saturday, October 27, 2007

Pengertian Akan Cinta, Bagian 6/7B

Translate/ Terjemahan: English


Mencintai Berarti Mengetahui dan Mengerti, Bagian B

Untuk memahami seseorang kita haruslah terlebih dahulu mengetahui orang tersebut. Dan ini mengharuskan kita untuk ber-inisiatif unutk mencari tahu siapakah orang tersebut. Banyak orang berasumsi bahwa cinta itu diatas ratio dan cinta itu muncul secara alami. Orang yang membuat asumsi yang demikian seringkali terjerumus dalam kekagetan ketika konflik secara bertubi-tubi menggoncang relasi mereka. Mereka sering kali tidak mengerti mengapa relasi mereka menjadi hancur.


Ravi Zachariah mengutip kata-kata Os Guinness mengenai “Iman, emosi dan pengetahuan”, saya merasa hal tersebut sangatlah benar dan dapat digunakan dalam topik cinta:


(Ketika) Pemahaman tidak dalam kita dimasa-masa iman kita kuat (cinta), maka ia juga tidak berkuasa pada saa tkita ragu. Emosi adalah segalanya ketika iman (cinta) ada, dan sekarang pada saat keraguan muncul maka emosi juga segalanya. Yang berbeda Cuma mereka pindah posisi. Tetapi bila emosi merupakan hal yang terpenting, maka iman dan keraguan tidak ada hubungannya (cinta tidak ada hubungannya) dengan kebenaran; mereka hanyalah menjadi suatu nama yang kita berikan terhadap perubahan perasaan kita.

(Zachariah, R. 2002, p. 41)

Catatan: coba gantikan kata-kata yang dicetak tebal dengan kata-kata didalam tanda kurung


Ketika kita memahami dan mengetahui orang lain, perasaan dan emosi akan mulai muncul secara bertahap. CInta mengharuskan kita untuk memahami seseorang; Oleh sebab itu jangan pernah medasari hubungan anda hanya dengan perasaan, terutapa perasaan yang muncul karena kenangan masa lalu ataupun angan-angan untuk masa yang akan datang.


Dr. James Dobson menyarankan: “Apabila anda berpacaran dengan seseorang, sangat disarankan agar kita berpacaran dahulu selama 2 tahun sebelum kita terjun kedalam keputusan kita untuk menikahi orang tersebut.” Saya merasa ia dengan benar menyatakan pernyataan ini karena pada masa ini mereka dapat belajar untuk mengenal dan memahami satu sama lain. Setiap kita harus mengetahui:


Dr. James Dobson suggested that: “It is recommended to date someone for at least two years before we jump into our decision for a marriage”. I think he got his point across by saying this because during this time they can learn to know and understand each other. Every one of us must know that:

“Pacaran bukanlah suatu sarana untuk menipu satu sama lain, tetapi merupakan waktu bagi kita untuk menunjukan jati diri kita yang sebenarnya kepada pasangan kita dan membiarkan mereka membantu kita untuk berubah menjadi lebih baik lagi demi kepentingan bersama”.


Wanita ----- sepintar apapun mereka ---- adalah orang yang paling lemah bila di kaitkan dengan permasalahan perasaan. Perasaan mereka dapat berlanjut bertahun-tahun, bahkan dalam beberapa peristiwa perasaan mereka akan berterusan dan tidak akan hilang. Sedangkan pria sangat berbeda dengan wanita, mereka dapat dengan mudah menahan perasaan mereka, apa yang perlu mereka lakukan adalah men-fokus-kan perhatian mereka terhadap hal-hal yang lain. Tetapi, dalam beberapa menjerumuskan diri ke dalam perasaan yang terobsesi secara berlabihan. Aku rasa pria yang demikian telah dengan berbahaya bermain-main dengan kata cinta. Pria yang demikian memiliki kecendrungan yang besar untuk bergantung pada perasaan didalam hubungannya dengan pasangannya dimasa yang akan datang. (dimana ini disatu sisi sangat berbahaya).


Penitik beratan pada hanya pada perasaan didalam membangun cinta dan relasi/ hubungan dapat disamakan dengan berdiri di langit. Anda akan jatuh dan akan hancur dalam seketika. Usaha kita untuk mengetahui dan memahami seseorang (dan menerima orang tersebut apa adanya) adalah langkah pertama untuk menuju ke cinta yang kekal. Oleh sebab itu, keberadaan yang terus menerus dari orang yang kita cintai sangatlah penting --- ini sebabnya saya sering menekankan hal ini terhadap orang yang mengalami hubungan jarak jauh.


Maka sekarang, kita bisa melangkah ke tahapan berikutnya, yaitu untuk “bertumbuh di dalam cinta”; dengan mendukung satu sama lain untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Dan ini hanya dapat dilakukan tampa pamrih/ syarat. (unconditionally).


Pengertian Akan Cinta, Bagian 6B (Informasi Tambahan)

.


Thursday, October 25, 2007

Pengertian Akan Cinta, Bagian 6/7A

Translate/ Terjemahan: English


Mencintai Berarti Mengetahui dan Mengerti, Bagian A


Didalam kitab kejadian tertulis bahwa Adam mengetahui istrinya (Knew-terjemahan English; Catatan: didalam terjemahan bahasa Indonesia tertulis bersetubuh) dan ia mengandung dan melahirkan Kain (Kejadian 4:1). Saya percaya kata “knew” (mengetahui) bukan hanya memiliki arti sexualiti didalamnya --- walaupun secara umum dapat diartikan demikian --- tetapi kata ini dapat juga berarti “mengenal dan memahami” seseorang. “Memahami” adalah kunci dari suatu relasi tampa hal ini; cinta yang sejati tidaklah akan mungkin terjadi.



Sumber dari penjagaan relasi yang sehat adalah kata “mengetahui”, dan kata ini menyarankan satu arti dimana kita diharuskan mengetahui kelebihan dan kekurangan seseorang pada saat yang bersamaan. Kita sering kali hanya melihat kekurangan seseorang tampa melihat lebih lanjut lagi kebaikan/ kelebihan yang dimiliki orang tersebut. Sebagai akibatnya, hal ini mengecilkan kemungkinan untuk mencintai orang tersebut. Di dalam sisi lain, ketika kita sedang “jatuh cinta” (cinta yang didasari dengan obsesi) segala sesutau yang berhubungan dengan orang tersebut akan kelihatan baik walaupun kenyataannya tidaklah demikian.


Kita sering kali menutup mata akan kelemahan/ kejelekan orang yang kita cintai. Dan ini sering menjadi bumerang bagi kita terutama pada saat kita mulai menyadari bahwa orang tersebut tidak sebaik yang kita pikirkan.


Di sisi ekstrim yang lain adalah kecenderungan kita untuk hidup terlalu lama dari kenangan dimasa lampau. Memang benar kalau memori yang indah dapat mengoyahkan perasaan dan emosi kita. Tetapi, perasaan “Jatuh Cinta” tidak semestinya harus didasari dengan pengalaman manis, tetapi perasaan ini bisa juga muncul dari penyesalan, perasaan yang tidak menentu dan ragu. Semua perasaan ini --- Kenangan indah, perasaan menyesal dan ragu --- sangatlah menipu pemikiran kita. Kita sering kali menyalah artikan perasaan ini dan mengira bahwa perasaan ini adalah perasaan cinta yang sebenarnya.


Salah pengertian adalah suatu permainan yang sangat berbahaya yang ada dalam pikiran kita dan ini seringkali terjadi pada orang yang mengalami cinta/ relasi jarak jauh ataupun cinta yang tidak kesampaian dalam satu waktu yang cukup lama. Walaupun kita mengetahui seseorang dimasa lampau, ini tidak berarti kalau kita mengetahuinya pada saat ini. Ketergantungan akan perasaan dan emosi seringkali membutakan kita dan membuat kita terobsesi; dan perasaan yang mendalam untuk memiliki orang yang kita kasihi secara penuh akan menjadi semakin kuat sejalan dengan waktu. Hal ini akan membuat kita berfikir bahwa orang tersebutlah yang dapat secara penuh memuaskan kehausan emosi kita. Tetapi kesedihan akan memenuhi orang tersebut karena fakta tidaklah semanis angan-angan dan pikiran kita.



Setiap orang yang jatuh kedalam jerat ini sering mengatakan bahwa: sangat susah bagi dia untuk memahami perasaan “jatuh cinta mereka”. Sebenarnya, masalah ini muncul karena mereka tidak pernah mengetahui alasan atas mengapa mereka “jatuh cinta”. Mereka tidak pernah menyediakan waktu yang cukup untuk berfikir, kenapa mereka mencintai orang tersebut?



Sejujurnya, phenomena “jatuh cinta” ini akan secara bertahap menghancurkan kehidupan cinta mereka. Mereka akan dengan serius mempertaruhkan segalanya ke dalam emosi mereka. Dan cerita cinta mereka dimasa yang mendatang tidaklah berbeda dengan orang yang bermain poker (Nama permainan kartu) diatas meja perjudian. Satu saran yang dapat saya berikan bagi orang yang hidup menceburkan diri didalam phenomena ini:


Perasaan dapat menjadi sahabat yang menghancurkan diri. Jika anda tidak menjaganya dengan pemikiran jernih anda, ia akan mengkhianati anda di kumudian hari.



Pengertian Akan Cinta, Bagian 6/7B

.