Translate/ Terjemahan:
Mencintai Berarti Berbaik Hati Satu Sama Lain – Cerita akan Kekarasan dalam suatu relasi
Saya dulu tinggal di sebuah apartmen dan seringkali merasa bahwa kadang kala kehidupan pribadiku sering terganggu. Saya seringkali mendengar perdebatan tetanggaku. Dan perdebatan mereka selalu saja berakhir dengan suatu pertengkaran yang sangat menyedihkan. Pasangan pria sering sekali membentak pasangan wanita dan melemparkan segala milik pasangan wanita keluar dari rumah mereka, cerita ini mungkin merupakan hal yang sangat biasa dan sering kita dengar dari waktu ke waktu. Tetapi, hal yang membuat iba hatiku adalah melihat pasangan tersebut memperlakukan satu sama lain dengan kasar (tidak ada kebaikan hati sama sekali).
Cerita lain mengenai kekasaran dalam suatu relasi yang ingin saya bagikan dikutip dari cerita yang diambil dari buku Philip Yancey.
Dalam ingatannya (wanita) atas suatu keluarga yang hancur, The Liar’s Club (klub penipu, ini mungkin merupakan sebuah judul buku), Mary Karr menyampaikan cerita mengenai pamannya yang tinggal di Texas yang masih tetap dalam ikatan pernikahan bersama istrinya, tetapi ia tidak pernah lagi berbicara dengan istrinya selama 40 tahun setelah pertengkaran yang dialaminya dengan istrinya atas jumlah uang yang dipakai istrinya untuk membeli gula. Suatu hari ia mengambil gergaji kayu dan memotong rumahnya menjadi dua bagian. Lalu ia mengambil potongan kayu untuk menutupi bagian yang terbuka dan memindahkan setengah dari rumahnya dibelakang mayat pohon pinus yang berantakan. Disana, dua pasang suami istri tinggal didalam setengah rumah yang terpisah selama hidup mereka.
(Yancey, 2006, p. 98)
Argumentasi di dalam satu keluarga adalah hal yang biasa. Tetapi janganlah kita pernah memperlakukan pasangan kita dengan kasar ketika kita lagi bertengkar ataupun berselisih paham. Kadang kala saya terus berfikir mengapa kita tidak pernah bisa berselisih pendapat
Kita semua berbeda satu sama lain dan memiliki cara tersendiri untuk melakukan sesuatu dan kadang kala perseteruan dan perbedaan pendapat akan muncul. Tetapi kita harus selalu menganggap perselisihan kita sabagai suatu media untuk membentuk karakter kita agar menjadi orang yang lebih baik lagi dari pada kita memakainya sebagai suatu sarana untuk membentak dan menghina pasangan kita.
Cont. to Part 6G
.






