Pemisahan Emosi dan Kehendak (will)
Dua bagian dari cinta yang sangat berbeda satu sama lain adalah “Emosi” dan “Kehendak---Yang didasari oleh kesadaran dan pilihan (Will)”. Kadangkala orang bingung akan kenyataan dari cinta karena mereka selalu saja mengingkari perbedaan antara dua hal ini. Walau kadang kala “Emosi” dan “Kehendak” bisa saling melengkapi, tetapi bukan berarti mereka itu adalah hal yang sama. “Emosi ada hubungannya dengan perasaan dan selalu mempengaruhi pola pikir kita. Disisi lain, “Kehendak” bermula dari ratio dan ini akan memperngaruhi hati kita. “Emosi” Bersifat sementara tetapi “kehendak” adalah sesuatu yang kita pupuk didalam diri kita (Ini mengharuskan kita untuk berusaha lebih lagi)
Ravi Zachariah, seorang apologist Kristen (Orang yang mempertahankan iman Kristen), memiliki seorang kakak (lelaki) yang pernikahan nya dijodohkan, tetapi ini dilakukannya berdasarkan keinginannya. Kakak (di Canada) dan iparnya (di Bombay-India) tidak pernah berjumpa sebelum tanggal pernikahan mereka. Razi pernah mempertanyakan kebijakan Kakaknya mengenai hal ini. Lalu kakaknya membalas:
CInta juga merupakan suatu keputusan yang didasari kehendak selain didasari oleh emosi. Bila engkau ingin mencintai seseorang engkau bisa.
(Zachariah, R. 2004, p. 29)
Sekarang pernikahan mereka telah berumur lebih dari 35 tahun dan mereka memiliki tiga anak.
Tidak ada pernikahan (cinta) yang mudah. Dan itu akan hancur jikalau kita tidak mempertimbangkan berdasarkan komitmen kita (kehendak). Anda masih bisa mencintai istri anda tetapi pada saat yang bersamaan anda bisa mengkhianati cintanya. Ini terjadi bila anda membiarkan emosi menggerakan anda dan membiarkan perasaan sebagai tolak ukur dani keputusan anda; Jika anda membiarkan hal ini berlanjut, anda mungkin akan mengkhianati istri anda dan mulai berselingkuh suatu hari nanti. Satu-satunya cara untuk menjauhkan anda dari tindakan yang sangat menghancurkan relasi anda ini adalah komitmen anda yang terdalam dan rasa hormat yang anda berikan kepada istri anda; dan komitmen yang terdalam ini merupakan suatu usaha yang berdasakan pada “kehendak” kita.
Saya akan komit untuk mencintai istri saya; saya memilih untuk mencintainya dan tidak akan mengkhianatinya walaupun dalam diriku muncul suatu perasaan terhadap orang lain. Dan saya putuskan untuk lari dari keinginan napsu ini karena saya lebih memilih untuk menghormati istri/ teman wanita saya. Ini saya lakukan karena saya mencintainya, jadi saya memilih untuk menyangkal perasaan saya dan setia kepadanya.
Bersambung ke: Pengertian Akan Cinta, Bagian 5/7A
.

0 comments:
Post a Comment